Hand bouquet dan bunga meja merupakan dua bentuk rangkaian bunga yang paling sering dijumpai dalam berbagai kesempatan. Hand bouquet biasanya digunakan sebagai hadiah personal, sementara bunga meja berfungsi sebagai elemen dekorasi yang mempercantik ruangan atau acara. Meskipun berbeda fungsi, keduanya sama-sama membutuhkan pemilihan jenis bunga yang tepat agar rangkaian terlihat seimbang, menarik, dan sesuai dengan suasana yang diinginkan.
Dalam dunia florist, tidak semua bunga cocok untuk dirangkai menjadi hand bouquet atau bunga meja. Ada bunga yang terlalu rapuh, ada yang cepat layu, dan ada pula yang sulit dipadukan dengan bunga lain. Karena itu, florist cenderung menggunakan jenis-jenis bunga tertentu yang sudah terbukti fleksibel, mudah dirangkai, dan memiliki daya tarik visual yang kuat.
Jenis Bunga yang Paling Umum Digunakan Florist
Berikut ini adalah 14 nama bunga yang paling sering digunakan dalam hand bouquet dan bunga meja. Setiap bunga memiliki karakteristik unik dan peran masing-masing dalam sebuah rangkaian, baik sebagai bunga utama, bunga pendukung, maupun aksen pelengkap.
1. Mawar
Mawar menjadi pilihan utama dalam dunia florist karena sifatnya yang sangat universal. Bunga ini mampu menyampaikan berbagai pesan emosional, mulai dari cinta, penghargaan, hingga simpati, sehingga aman digunakan untuk hampir semua jenis acara.
Karakteristik utama:
-
Kelopak berlapis dengan bentuk klasik
-
Tersedia dalam banyak pilihan warna
-
Mudah dipadukan dengan berbagai jenis bunga lain
Penggunaan:
-
Hand bouquet romantis
-
Bunga meja formal dan semi formal
-
Cocok untuk hampir semua acara
Karena fleksibilitasnya, mawar sering dijadikan bunga utama dalam sebuah rangkaian. Florist dapat menyesuaikan warna dan jumlah mawar untuk menciptakan kesan yang berbeda tanpa mengubah konsep rangkaian secara keseluruhan, sehingga mawar selalu relevan dalam berbagai desain.
2. Tulip
Tulip dikenal dengan tampilannya yang sederhana namun tetap elegan. Bunga ini sering digunakan untuk rangkaian yang mengedepankan kesan modern dan bersih, baik pada hand bouquet maupun bunga meja.
Karakteristik utama:
-
Bentuk ramping dan rapi
-
Batang lurus dan lentur
-
Warna solid dan lembut
Penggunaan:
-
Hand bouquet bergaya minimalis
-
Bunga meja modern
-
Cocok untuk desain kontemporer
Tulip memberikan kesan yang tenang dan tidak berlebihan. Karena tampilannya yang rapi, bunga ini sering dipilih untuk rangkaian dengan konsep simpel namun tetap berkelas, terutama untuk ruangan atau acara dengan gaya modern.
3. Lily (Lili)
Lily merupakan bunga yang mampu menjadi pusat perhatian dalam satu rangkaian. Ukurannya yang besar dan bentuk kelopak yang terbuka membuat lily tampil menonjol meskipun dipadukan dengan sedikit bunga pendukung.
Karakteristik utama:
-
Kelopak besar dan terbuka
-
Aroma khas
-
Tampilan anggun dan elegan
Penggunaan:
-
Bunga meja elegan
-
Hand bouquet formal
-
Cocok untuk acara resmi
Keberadaan lily dalam rangkaian sering memberikan kesan mewah dan anggun. Oleh karena itu, bunga ini kerap digunakan pada acara yang membutuhkan tampilan lebih serius dan berkelas.
4. Gerbera
Gerbera identik dengan suasana ceria dan penuh energi. Warna-warnanya yang terang membuat rangkaian terlihat lebih hidup dan menyenangkan.
Karakteristik utama:
-
Bentuk menyerupai matahari
-
Warna cerah dan beragam
-
Tampilan segar
Penggunaan:
-
Hand bouquet ulang tahun
-
Bunga meja kasual
-
Cocok untuk suasana santai
Gerbera sering digunakan untuk menciptakan kesan positif dan ramah. Bunga ini membantu mengurangi kesan formal dan membuat rangkaian terasa lebih dekat dan bersahabat.
5. Carnation (Anyelir)
Carnation menjadi bunga favorit karena daya tahannya yang cukup baik dan tampilannya yang fleksibel untuk berbagai jenis rangkaian.
Karakteristik utama:
-
Kelopak bertekstur unik
-
Banyak pilihan warna
-
Mudah dikombinasikan
Penggunaan:
-
Hand bouquet
-
Bunga meja
-
Sebagai bunga utama atau pendukung
Carnation sering digunakan sebagai penyeimbang dalam rangkaian. Bunga ini mampu mengisi ruang tanpa membuat rangkaian terlihat terlalu padat atau berat.
6. Peony
Peony dikenal sebagai bunga premium dengan tampilan yang mewah dan penuh. Kelopaknya yang besar memberikan kesan eksklusif pada rangkaian.
Karakteristik utama:
-
Kelopak besar dan mengembang
-
Tampilan mewah
-
Nilai estetika tinggi
Penggunaan:
-
Hand bouquet eksklusif
-
Bunga meja premium
-
Acara spesial
Karena sifatnya yang premium, peony sering digunakan untuk rangkaian yang ingin menonjolkan kemewahan dan keistimewaan momen tertentu.
7. Hydrangea (Hortensia)
Hydrangea sering dimanfaatkan untuk memberikan volume dan struktur pada rangkaian bunga.
Karakteristik utama:
-
Bentuk bulat besar
-
Terdiri dari banyak bunga kecil
-
Warna lembut
Penggunaan:
-
Dasar bunga meja
-
Hand bouquet berukuran besar
-
Memberi kesan penuh dan seimbang
Hydrangea membantu menciptakan kesan rangkaian yang utuh dan proporsional, terutama pada bunga meja yang membutuhkan tampilan penuh.
8. Baby’s Breath (Gypsophila)
Baby’s breath merupakan bunga kecil yang sering digunakan sebagai pelengkap dalam rangkaian.
Karakteristik utama:
-
Ukuran kecil dan ringan
-
Tampilan airy dan lembut
-
Mudah dipadukan
Penggunaan:
-
Filler hand bouquet
-
Bunga meja minimalis
-
Menyeimbangkan bunga utama
Keberadaan baby’s breath memberikan kesan ringan dan memperhalus transisi antar bunga dalam satu rangkaian.
9. Lisianthus
Lisianthus memiliki tampilan yang lembut dan elegan, menyerupai mawar dengan karakter yang lebih ringan.
Karakteristik utama:
-
Kelopak tipis
-
Bentuk menyerupai mawar
-
Warna lembut hingga bold
Penggunaan:
-
Hand bouquet elegan
-
Bunga meja modern
-
Cocok untuk desain feminin
Lisianthus sering dipilih untuk menciptakan kesan anggun tanpa terlihat terlalu formal, menjadikannya fleksibel untuk berbagai konsep.
10. Ranunculus
Ranunculus dikenal dengan kelopak berlapis yang membentuk pola spiral yang unik.
Karakteristik utama:
-
Tekstur kelopak berlapis
-
Tampilan artistik
-
Kesan modern
Penggunaan:
-
Hand bouquet kontemporer
-
Bunga meja editorial
-
Menambah karakter visual
Ranunculus memberikan sentuhan artistik yang kuat dan sering digunakan untuk rangkaian dengan gaya modern dan kreatif.
11. Chrysanthemum (Krisan)
Krisan populer karena daya tahannya yang relatif lama dibandingkan banyak bunga lain.
Karakteristik utama:
-
Umur bunga panjang
-
Banyak variasi bentuk
-
Mudah dirawat
Penggunaan:
-
Bunga meja
-
Hand bouquet praktis
-
Cocok untuk penggunaan jangka panjang
Krisan sering dipilih untuk rangkaian yang membutuhkan ketahanan, terutama untuk bunga meja yang diletakkan dalam waktu lama.
12. Sunflower (Bunga Matahari)
Sunflower menghadirkan kesan hangat dan optimis dalam rangkaian.
Karakteristik utama:
-
Ukuran besar
-
Warna kuning cerah
-
Tampilan mencolok
Penggunaan:
-
Hand bouquet kasual
-
Bunga meja rustic
-
Tema natural
Bunga matahari sering digunakan untuk menciptakan suasana yang cerah dan penuh semangat, terutama pada rangkaian kasual.
13. Anthurium
Anthurium semakin populer dalam rangkaian modern karena bentuknya yang unik.
Karakteristik utama:
-
Bentuk eksotis dan mengkilap
-
Tampilan tegas
-
Kesan modern
Penggunaan:
-
Bunga meja modern
-
Hand bouquet artistik
-
Desain bold
Anthurium memberikan kesan yang kuat dan berbeda, sehingga sering digunakan sebagai aksen utama dalam rangkaian dengan konsep kontemporer.
14. Orchid (Anggrek)
Anggrek melambangkan keanggunan dan kemewahan dalam dunia florist.
Karakteristik utama:
-
Bentuk artistik
-
Daya tahan baik
-
Kesan premium
Penggunaan:
-
Bunga meja eksklusif
-
Aksen hand bouquet
-
Rangkaian bernilai tinggi
Anggrek sering digunakan untuk memberikan sentuhan akhir yang elegan dan memperkuat kesan mewah dalam sebuah rangkaian bunga.
Penutup
Keempat belas bunga di atas menjadi pilihan utama florist karena karakter, fleksibilitas, dan keindahannya. Dengan memahami peran masing-masing bunga, hand bouquet dan bunga meja dapat dirangkai secara lebih harmonis, fungsional, dan sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan. Pemilihan bunga yang tepat akan membuat rangkaian tidak hanya indah dilihat, tetapi juga terasa tepat untuk setiap momen.