Bunga memiliki keragaman yang sangat luas, tidak hanya dari segi warna dan bentuk, tetapi juga dari cara tumbuh, fungsi, hingga ketahanannya. Karena itu, jenis bunga sering dikelompokkan berdasarkan beberapa klasifikasi tertentu agar lebih mudah dipahami dan digunakan, baik dalam dunia florist, dekorasi, maupun pertamanan. Dengan memahami klasifikasi ini, pemilihan bunga bisa dilakukan secara lebih tepat sesuai kebutuhan dan tujuan penggunaannya.
Berikut adalah pembahasan jenis bunga berdasarkan klasifikasi yang umum digunakan, disertai contoh-contoh bunga di setiap kategori agar lebih mudah dikenali.
Jenis Bunga Berdasarkan Siklus Hidup
Pengelompokan ini didasarkan pada lamanya bunga hidup dan berbunga sejak pertama kali ditanam.
Bunga Tahunan (Annual)
Bunga tahunan adalah jenis bunga yang menyelesaikan seluruh siklus hidupnya dalam satu musim tanam, mulai dari tumbuh, berbunga, hingga akhirnya layu. Karena pertumbuhannya cepat dan warna bunganya cenderung cerah, bunga tahunan sering digunakan untuk menciptakan tampilan visual yang instan dan menarik. Jenis bunga ini banyak dimanfaatkan untuk taman musiman, dekorasi acara jangka pendek, serta rangkaian bunga yang tidak membutuhkan ketahanan lama.
Contoh bunga tahunan:
-
Zinnia
-
Petunia
-
Marigold
-
Cosmos
-
Bunga matahari
Bunga Dua Tahunan (Biennial)
Bunga dua tahunan membutuhkan waktu dua musim untuk menyelesaikan siklus hidupnya. Pada tahun pertama, tanaman fokus pada pertumbuhan daun dan akar, sementara bunga baru muncul pada tahun kedua. Jenis bunga ini cenderung lebih stabil dibanding bunga tahunan dan sering dipilih untuk taman rumah yang menginginkan tampilan bunga yang bertahap dan terencana.
Contoh bunga dua tahunan:
-
Foxglove
-
Sweet William
-
Hollyhock
-
Canterbury Bells
Bunga Tahunan Panjang (Perennial)
Bunga perennial adalah jenis bunga yang dapat hidup dan berbunga selama bertahun-tahun dengan perawatan yang tepat. Bunga ini mampu berbunga berulang kali, sehingga lebih efisien untuk penggunaan jangka panjang. Karena daya tahannya yang baik dan tampilannya yang konsisten, bunga perennial sering digunakan untuk taman permanen, tanaman hias, serta bunga potong berkualitas tinggi.
Contoh bunga perennial:
-
Mawar
-
Lily
-
Anggrek
-
Peony
-
Hydrangea
Jenis Bunga Berdasarkan Fungsi dalam Rangkaian
Dalam dunia florist, bunga juga dibedakan berdasarkan perannya dalam sebuah rangkaian.
Bunga Utama
Bunga utama adalah bunga yang menjadi pusat perhatian dan menentukan karakter rangkaian secara keseluruhan. Biasanya memiliki ukuran lebih besar atau warna yang menonjol sehingga langsung menarik perhatian.
Contoh bunga utama:
-
Mawar
-
Lily
-
Peony
-
Gerbera
-
Sunflower
Bunga Pendukung
Bunga pendukung berfungsi melengkapi bunga utama tanpa mengalahkan dominasinya. Jenis bunga ini membantu menciptakan keseimbangan visual dalam rangkaian.
Contoh bunga pendukung:
-
Carnation
-
Tulip
-
Lisianthus
-
Krisan spray
Bunga Filler
Bunga filler adalah bunga berukuran kecil yang digunakan sebagai pengisi untuk memberikan kesan penuh dan lembut pada rangkaian.
Contoh bunga filler:
-
Baby’s breath
-
Statice
-
Wax flower
-
Aster kecil
Jenis Bunga Berdasarkan Ketahanan
Klasifikasi ini penting untuk menentukan bunga yang cocok digunakan dalam jangka waktu tertentu.
Bunga Tahan Lama
Bunga tahan lama adalah jenis bunga yang memiliki umur simpan lebih panjang setelah dipotong, sehingga cocok untuk bunga meja dan dekorasi jangka panjang.
Contoh bunga tahan lama:
-
Krisan
-
Carnation
-
Anggrek
-
Alstroemeria
Bunga Tidak Tahan Lama
Bunga tidak tahan lama biasanya memiliki tampilan yang sangat cantik namun umur simpannya lebih singkat. Bunga ini memerlukan perawatan ekstra.
Contoh bunga tidak tahan lama:
-
Tulip
-
Peony
-
Ranunculus
-
Anemone
Jenis Bunga Berdasarkan Ketersediaan
Dalam bisnis florist, bunga juga dibedakan berdasarkan asal dan ketersediaannya.
Bunga Lokal
Bunga lokal adalah bunga yang mudah didapat dan tersedia sepanjang tahun di dalam negeri. Umumnya lebih segar dan harganya lebih stabil.
Contoh bunga lokal:
-
Mawar lokal
-
Krisan
-
Anggrek bulan
-
Sedap malam
Bunga Impor
Bunga impor adalah bunga yang didatangkan dari luar negeri dan biasanya digunakan untuk rangkaian premium karena tampilannya yang unik.
Contoh bunga impor:
-
Tulip
-
Peony
-
Ranunculus
-
Anemone
Penutup
Jenis bunga dapat dibedakan berdasarkan berbagai klasifikasi seperti siklus hidup, fungsi dalam rangkaian, ketahanan, dan ketersediaannya. Dengan memahami klasifikasi serta contoh bunga di setiap kategori, pemilihan bunga menjadi lebih terarah dan efisien. Pengetahuan ini sangat berguna untuk menciptakan rangkaian bunga yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan, durasi penggunaan, dan konsep yang diinginkan.